Strategis veteran Partai Demokrat, James Carville, menyatakan tidak merasa senang atas kematian mendiang Senator Lindsey Graham. Namun, dia menegaskan akan mengingat karier politik sang senator sebagai perjalanan yang penuh dengan duplisitas.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan pernyataan James Carville, Lindsey Graham merupakan salah satu manajer pemakzulan mantan Presiden Bill Clinton yang paling agresif. "Mari kita berikan dia semua pujian di dunia. Dia adalah salah satu manajer pemakzulan Bill Clinton. Ingat titan moral yang hebat Henry Hyde dan seluruh kelompok itu. Dan ya, dia sedikit lebih dari sekadar mendukung pemakzulan. Dia adalah yang paling agresif," kata James Carville.
James Carville mengaku mengenal sosok mendiang secara personal. "Saya mengenalnya. Dia bisa menjadi orang yang menyenangkan, tetapi saya tidak berpikir pria itu memiliki sebuah... maaf, saya tidak ingin ada orang yang sakit atau meninggal, bukan itu maksudnya," ujar James Carville. Dia menambahkan, "Namun saya pikir karier politiknya sebagian besar ditentukan oleh duplisitas. Itu hanya pandangan saya sendiri."
Menurut laporan medis, Lindsey Graham meninggal dunia pada usia 71 tahun akibat diseksi aorta yang dipicu oleh penyakit kardiovaskular arteriosklerotik. Kabar duka ini mengejutkan Washington karena sang senator merupakan salah satu anggota parlemen paling aktif dan dijadwalkan tampil di acara Meet the Press di saluran NBC.
Kematian Lindsey Graham memicu gelombang reaksi dari berbagai komentator politik di Amerika Serikat. Sebagai salah satu senator Partai Republik yang paling vokal, rekam jejaknya kini menjadi sorotan tajam di berbagai lini media massa.
Rekan pembawa acara Al Hunt memberikan pandangan berbeda mengenai kepribadian mendiang. "Dia adalah sebuah karakter," kata Al Hunt. Menurut Al Hunt, dia pertama kali bertemu mendiang setelah memenangkan kursi DPR pada tahun 1994 dan merasa Lindsey Graham berbeda dari kebanyakan politisi Republik asal selatan saat itu karena berjiwa muda dan jenaka.
Al Hunt mengenang mendiang sebagai sekutu dekat John McCain dalam hal kebijakan. Karakter jenakanya membuat Al Hunt memilihnya untuk masuk dalam Komite Profile in Courage John F. Kennedy ketika diminta mencari seseorang yang cerdas dan menyenangkan.
Namun, arah politik mendiang berubah menjelang wafatnya John McCain. "Kemudian saat John McCain sekarat, dia beralih ke pemimpin baru, guru baru karena dia selalu ingin menjadi pemain, dan orang itu adalah Donald Trump," tutur Al Hunt. Dia menilai pengaruh mendiang sangat konstruktif untuk masalah Ukraina, tetapi membawa pengaruh buruk pada kebijakan perang di Iran dan Israel.
Al Hunt menyimpulkan pandangannya dengan lugas. "Saya hanya berpikir Lindsey Graham adalah kekuatan dalam politik Amerika selama 30 tahun lebih dan, seperti kebanyakan orang, jika Anda terlalu dekat dengan Donald Trump, Anda akan ternoda," ucapnya.
Lindsey Graham tercatat bertugas di DPR Amerika Serikat dari tahun 1995 hingga 2003 sebelum terpilih menjadi anggota Senat pada tahun 2002. Dia memenangkan pemilihan Senat sebanyak tiga kali dan sedang mengincar masa jabatan kelima pada tahun 2026 sebelum akhir hayatnya.