Yummy Berita Yummy Berita
/home / teknologi / Basis Pendukung Setia Donald Trump...
TEKNOLOGI

Basis Pendukung Setia Donald Trump Terus Menyusut

Grafik penurunan persentase dukungan kuat publik terhadap Donald Trump

Grafik penurunan persentase dukungan kuat publik terhadap Donald Trump

Pengaruh besar Presiden Donald Trump terhadap basis pendukungnya telah membayangi politik Amerika Serikat selama dekade terakhir. Kebijaksanaan konvensional lama menganggap pengabdian intens dari sebagian besar pendukungnya membuat Trump menjadi kekuatan politik yang tangguh. Namun, asumsi tersebut kini mulai tidak berlaku.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru Washington Post-Ipsos, basis pendukung setia Trump tidak hanya menyusut secara signifikan. Angka loyalitas tersebut kini tercatat sebagai yang terkecil dalam sejarah. Survei menunjukkan hanya 15 persen warga Amerika Serikat yang menyatakan sangat mendukung Trump. Jumlah ini setara dengan kurang dari satu dari setiap enam orang.

Sebagai perbandingan, jajak pendapat Washington Post dan ABC sebelumnya menunjukkan angka dukungan kuat terhadap Trump mencapai 27 persen setelah pelantikannya dan pada Februari 2025. Angka serupa juga tercatat beberapa hari setelah serangan di Capitol pada 6 Januari 2021. Penurunan kali ini menjadi rekor terendah sepanjang sejarah survei tersebut.

Data baru ini juga menunjukkan pergeseran perilaku pemilih. Untuk pertama kalinya, lebih banyak pendukung yang menyatakan hanya "agak mendukung" sebanyak 22 persen, dibandingkan dengan yang "sangat mendukung" di angka 15 persen. Hanya 41 persen dari kubu Republik dan 43 persen pemilih Trump pada tahun 2024 yang masih menyatakan dukungan kuat.

Menurut hasil survei, dukungan kuat dari pemilih independen juga merosot tajam hingga tersisa 6 persen, sementara 51 persen di antaranya menyatakan sangat tidak setuju dengan Trump. Bahkan pada demografi utamanya, yaitu pemilih kulit putih tanpa gelar sarjana, hanya 24 persen yang masih memberikan dukungan kuat.

Fenomena ini bukan sekadar kebetulan. Berdasarkan setidaknya empat jajak pendapat berkualitas tinggi baru-baru ini, persentase warga yang sangat mendukung Trump konsisten jatuh ke angka belasan. Reuters-Ipsos mencatat angka 14 persen, Marquette Law School 16 persen, AP-NORC 19 persen, Fox News 20 persen, dan NPR-PBS-Marist sebesar 21 persen.

Meskipun jajak pendapat Quinnipiac University menunjukkan angka dukungan kuat sebesar 27 persen dari pemilih terdaftar, mayoritas survei lain menempatkan Trump di angka yang jauh lebih rendah. Secara umum, persentase warga Amerika Serikat yang sangat mendukung Trump kini hanya berkisar antara satu dari tujuh hingga satu dari lima orang.

Kondisi ini menunjukkan bahwa pengaruh Trump terhadap gerakan politik skala besar mulai melemah. Ukuran basis pendukung setianya kini hanya sedikit lebih besar dari Joe Biden di akhir masa jabatannya, yang berada di angka 11 hingga 12 persen. Angka Trump saat ini juga berada jauh di bawah Barack Obama yang rata-rata menjaga dukungan kuatnya di angka 20 hingga 30 persen.

George W. Bush juga tidak pernah mengalami penurunan dukungan kuat hingga angka belasan sebelum tahun keenam masa jabatannya pada 2006. Berbagai jajak pendapat selama beberapa bulan terakhir mengonfirmasi bahwa banyak anggota Partai Republik mulai tidak setuju dengan Trump dalam isu-isu utama, dan sebagian pemilih menyatakan menyesal telah memilihnya pada pemilu 2024.

Topics
#donald_trump #jajak_pendapat #politik_as #partai_republik #washington_post #ipsos
Jurnalis Spesialis Teknologi & Inovasi Digital

Jasmin Nurdiyanta Rahayu adalah jurnalis yang mendalami perkembangan teknologi, inovasi digital, dan startup Indonesia. Dengan latar belakang di bidang teknologi informasi, ia memiliki pemahaman mendalam tentang tren digital, kecerdasan buatan, dan transformasi industri. Liputannya tentang ekosistem startup, inovasi fintech, dan perkembangan teknologi di Indonesia menjadikannya sumber terpercaya bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan dunia digital.