Yummy Berita Yummy Berita
/home / teknologi / Klaim Pemilu Trump Mengancam...
TEKNOLOGI

Klaim Pemilu Trump Mengancam Integritas Pemilu Paruh Waktu AS

Donald Trump memberikan pidato nasional mengenai integritas pemilu Amerika Serikat

Donald Trump memberikan pidato nasional mengenai integritas pemilu Amerika Serikat

Presiden Donald Trump diprediksi akan kembali menyampaikan klaim bahwa pemilu 2020 telah dicuri darinya dalam pidato nasional. Menurut para ahli, tindakan ini tidak sekadar mengulang teori konspirasi lama. Langkah tersebut dinilai mengancam integritas pemilu Amerika Serikat yang akan datang, termasuk pemilu paruh waktu pada November.

Berdasarkan laporan Reuters, pidato Trump akan membahas kerentanan mesin pemungutan suara. Gedung Putih juga sedang mempertimbangkan perilisan informasi intelijen kontroversial terkait dugaan niat China untuk mengganggu pemilu 2020. Kedua topik ini merupakan inti dari teori konspirasi kubu Republik yang menuduh kekuatan asing memenangkan Joe Biden.

Sejauh ini tidak ada bukti kredibel mengenai manipulasi suara dalam pemilu 2020. Delapan analis, akademisi, dan pakar keamanan menyatakan bahwa pemilu tersebut merupakan salah satu yang paling transparan dan paling ketat diaudit dalam sejarah. Tiga di antaranya menambahkan bahwa tuduhan baru ini adalah bagian dari upaya Trump untuk merebut kendali atas pemilu masa depan.

"Tujuan dari mempermasalahkan hal ini adalah untuk mempersiapkan panggung pemilu paruh waktu mendatang. Pemerintahan Trump ingin mengklaim bahwa pemilu apa pun yang tidak menguntungkan mereka adalah tidak sah," kata Eva Galperin, Direktur Keamanan Siber di Electronic Frontier Foundation.

Eddie Perez, anggota dewan di OSET Institute, menyetujui bahwa pengumuman tersebut ditujukan untuk kontestasi politik masa depan. Menurut Perez, jika partai Trump kalah, dia dapat dengan mudah menyatakan adanya kecurangan.

Juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, menyatakan bahwa laporan mengenai isi pidato Trump masih bersifat spekulatif. "Kenyataannya, belum ada yang tahu apa yang akhirnya akan dikatakan oleh Presiden Trump," ujar Leavitt. Trump sendiri tetap bersikeras bahwa ia menang melawan Joe Biden.

Peretas asing memang kerap mencoba memengaruhi pemilu dan mesin pemungutan suara dapat diretas. Namun, Profesor Emeritus Princeton University, Andrew Appel, menegaskan tidak ada bukti kredibel mengenai peretasan mesin tersebut. Menurut Appel, teori konspirasi yang diajukan pendukung Trump sama sekali tidak masuk akal secara teknologi.

Terkait pengaruh asing, dokumen resmi pejabat intelijen Trump justru menunjukkan hal yang berbeda. Ringkasan rahasia awal 2021 menyatakan mata-mata Rusia mendukung Trump, Iran berusaha melemahkan Trump, sementara China sama sekali tidak terlibat dalam perselisihan tersebut.

Renee DiResta, profesor riset asosiasi di Georgetown University, menilai upaya mengubah penilaian intelijen tersebut memiliki tujuan politis. Menurut DiResta, narasi bahwa pemilu direkayasa sengaja dibangun agar pemerintah pusat dapat meningkatkan kontrol federal terhadap sistem pemilu.

Topics
#donald_trump #pemilu_as #teori_konspirasi #politik_amerika #gedung_putih #intelijen_as
Jurnalis Spesialis Teknologi & Inovasi Digital

Jasmin Nurdiyanta Rahayu adalah jurnalis yang mendalami perkembangan teknologi, inovasi digital, dan startup Indonesia. Dengan latar belakang di bidang teknologi informasi, ia memiliki pemahaman mendalam tentang tren digital, kecerdasan buatan, dan transformasi industri. Liputannya tentang ekosistem startup, inovasi fintech, dan perkembangan teknologi di Indonesia menjadikannya sumber terpercaya bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan dunia digital.