Michael Olise mungkin gagal mempertahankan performa puncaknya pada babak gugur Piala Dunia saat membela Prancis melawan Paraguay, Maroko, dan Spanyol. Namun, hal itu tidak menghentikan sang penyerang internasional Prancis untuk melangkah ke dimensi baru musim ini. Sebuah level tinggi yang hanya mampu dicapai oleh segelintir pemain dalam karier mereka.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Pemain berusia 24 tahun itu terus mengoyak lini pertahanan lawan di Bundesliga hingga terpilih sebagai pemain terbaik. Ketajamannya juga terbukti di Liga Champions dan laga internasional. Gelandang serang andalan Bayern Munich ini sukses mendongkrak statistik individunya, sebuah aspek yang menjadi sangat krusial dalam sepak bola modern saat ini.
Berdasarkan data statistik, Olise mengemas 22 gol dan 31 umpan matang di semua kompetisi bersama Bayern Munich. Dia juga mencetak lima umpan matang dalam tujuh laga Piala Dunia. Pemain kelahiran London ini selalu mengakhiri kompetisi besar sebagai pencetak umpan terbanyak, unggul satu angka di atas Lionel Messi dan dua angka dari Kylian Mbappé sebelum dua laga final. Karakter langka sebagai penyerang sayap modern berkaki kidal sekaligus pengatur serangan klasik membuat nilai pasarnya melonjak tajam.
Real Madrid harus merogoh kocek dalam jika ingin menebus sang pemain dari Bayern Munich yang mengikatnya hingga Juni 2029. Raksasa Spanyol tersebut wajib menyodorkan tawaran antara 200 hingga 250 juta Euro. Angka fantastis ini menyamai rekor transfer PSG saat menebus klausul pelepasan Neymar dari FC Barcelona senilai 222 juta Euro pada tahun 2017.
Menurut data dari situs Transfermarkt, nilai pasar murni Olise kini mencapai 150 juta Euro. Angka ini menempatkannya di peringkat keempat dunia di bawah Lamine Yamal dan Erling Haaland yang bernilai 200 juta Euro, serta Kylian Mbappé dengan 180 juta Euro. Nilai pasar Olise setara dengan Pedri, namun berada di atas trio PSG yakni Vitinha, Joao Neves, dan Khvicha Kvaratskhelia yang dihargai 140 juta Euro. Dia menjadi pemain Prancis termahal kedua setelah Kylian Mbappé dan menduduki urutan pertama di Bundesliga, jauh melampaui Jamal Musiala yang bernilai 100 juta Euro.
Perjalanan karier Olise menunjukkan grafik pertumbuhan ekonomi yang sangat langka. Setelah melewati masa pembinaan yang tidak stabil di akademi Arsenal, Chelsea, dan Manchester City, Olise memulai karier profesionalnya di klub kasta bawah, Reading. Hal ini membuat harga awalnya tidak terlalu tinggi. Crystal Palace kemudian membelinya dengan mengaktifkan klausul rilis senilai 9 juta Euro pada Juli 2021.
Kariernya mulai menanjak saat bermain secara reguler di Premier League bersama Crystal Palace. Kompetisi Inggris yang dikenal sebagai liga terkaya di dunia mendongkrak nilai jualnya, di mana pemain biasa saja bisa dihargai lebih dari 30 juta Euro. Kepindahannya ke Bayern Munich pada musim panas 2024 mendatangkan keuntungan sebesar 53 juta Euro bagi klub London tersebut, naik hampir enam kali lipat dari harga beli semula.
Nilai pasar Olise kian meroket setelah dia membuktikan kualitasnya pada musim pertama di Jerman. Dia tampil impresif di setiap kompetisi dan melawan semua level musuh. Panggilannya ke tim nasional Prancis semakin mengukuhkan posisinya di jajaran elit, di mana saat ini ada sepuluh pemain Prancis yang memiliki nilai pasar 70 juta Euro atau lebih.