Yummy Berita Yummy Berita
/home / politik / Senator Demokrat Ungkap Dugaan...
POLITIK

Senator Demokrat Ungkap Dugaan Pelanggaran Konstruksi di Kennedy Center

Gedung Kennedy Center yang menjadi objek sengketa renovasi dan pengalihan kendali oleh Donald Trump

Gedung Kennedy Center yang menjadi objek sengketa renovasi dan pengalihan kendali oleh Donald Trump

Seorang senator dari Partai Demokrat menuduh adanya pelanggaran serius dalam proyek rekonstruksi gedung kesenian Kennedy Center. Proyek yang dikerjakan terburu-buru dan tidak sesuai prosedur ini memperpanjang kemelut pusat kesenian tersebut. Masalah mencuat setelah Presiden Donald Trump berusaha mengambil alih kendali lembaga dan mengubah namanya.

Berdasarkan rilis resmi pada hari Sabtu, Sheldon Whitehouse, senator asal Rhode Island, menyatakan telah menerima dokumen rahasia dari Government Accountability Project. Lembaga nirlaba perlindungan pembocor rahasia tersebut membeberkan sejumlah kejanggalan. Menurut laporan tersebut, pihak pengelola mempercepat renovasi demi memenuhi keinginan estetika pribadi presiden untuk acara televisi pada bulan Desember.

Pihak pengelola dinilai terlalu tunduk pada keinginan presiden dan memotong jalur birokrasi kontrak kerja. Akibatnya, pilar baja berkarat meski baru dicat, kolam pemantul terancam dibongkar ulang, dan lantai kamar mandi baru dihancurkan hanya karena masalah warna ubin. "Ini adalah pemborosan. Mereka memperlakukan monumen nasional untuk Presiden Kennedy seperti proyek renovasi pribadi," kata Sheldon Whitehouse.

Hingga saat ini, pihak manajemen Kennedy Center belum memberikan tanggapan resmi mengenai tuduhan tersebut. Konflik internal ini menambah daftar panjang polemik yang melanda pusat seni budaya yang dinamai berdasarkan mantan Presiden John F. Kennedy tersebut.

Donald Trump mengambil alih kendali tempat itu pada awal masa jabatan keduanya. Ia memecat pimpinan lama, merombak Dewan Pengawas, mengangkat dirinya sebagai ketua, serta menyematkan namanya pada gedung tersebut. Langkah ini memicu boikot luas dari kalangan seniman.

Berdasarkan tuntutan hukum dari perwakilan Demokrat, seorang hakim federal kemudian memutuskan bahwa nama Trump harus dicopot. Trump sempat berusaha menutup pusat kesenian itu selama dua tahun. Namun, pengadilan memerintahkan gedung tetap beroperasi karena wewenang mengubah nama lembaga hanya berada di tangan Kongres.

Sheldon Whitehouse telah mengirimkan surat resmi kepada Direktur Eksekutif Kennedy Center, Matt Floca, untuk menuntut klarifikasi sebelum 23 Juli. Laporan pembocor rahasia tersebut memuat kesaksian langsung dari beberapa mantan manajer proyek, lengkap dengan dokumen internal dan foto konstruksi yang dinilai cacat mutu.

Menurut dokumen setebal 83 halaman itu, pengerjaan proyek dipaksakan selesai sebelum mendapat izin resmi dari Kongres. Hal ini dilakukan agar gedung siap digunakan saat Trump menerima penghargaan FIFA Peace Prize. Laporan juga menyebutkan adanya pemborosan anggaran akibat kontrak tanpa tender, termasuk proyek lantai aula konser senilai 8 juta dolar yang diserahkan kepada perusahaan tanpa pengalaman di bidang tersebut.

Topics
#kennedy_center #donald_trump #sheldon_whitehouse #skandal_konstruksi #politik_as #whistleblower
Jurnalis Spesialis Teknologi & Inovasi Digital

Jasmin Nurdiyanta Rahayu adalah jurnalis yang mendalami perkembangan teknologi, inovasi digital, dan startup Indonesia. Dengan latar belakang di bidang teknologi informasi, ia memiliki pemahaman mendalam tentang tren digital, kecerdasan buatan, dan transformasi industri. Liputannya tentang ekosistem startup, inovasi fintech, dan perkembangan teknologi di Indonesia menjadikannya sumber terpercaya bagi pembaca yang ingin mengikuti perkembangan dunia digital.