Sebanyak 273 atlet panahan dari berbagai daerah di Indonesia bersaing dalam Kejuaraan Panahan MUSHAF CUP 2026 Vol. 3. Kompetisi ini berlangsung di Halaman Masjid Agung 45, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada 10 hingga 12 Juli 2026. Turnamen tahunan yang telah memasuki edisi ketiga ini diinisiasi oleh MUSHAF Club bersama Sikola Mangkasara, dengan dukungan penuh dari Bosowa Education.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan keterangan Founder sekaligus Pelatih MUSHAF Club, Sri Rahmi Mahmud, ajang ini merupakan wujud komitmen nyata untuk menghadirkan kompetisi panahan yang berkualitas di Sulawesi Selatan. Selain menjadi wadah pembinaan, turnamen ini juga dirancang untuk melahirkan bibit-bibit atlet muda berbakat di masa depan.
"Kami ingin MUSHAF CUP bukan sekadar mencari juara. Melalui kejuaraan ini kami ingin menumbuhkan sportivitas, disiplin, fokus, tanggung jawab, sekaligus mempererat silaturahmi antar-atlet dan klub panahan," ujar Sri Rahmi Mahmud yang juga menjabat sebagai Ketua RT 002 RW 001 Rappokalling tersebut.
Kejuaraan ini mempertandingkan beberapa kategori bergengsi untuk sektor putra dan putri. Kategori tersebut meliputi nomor Standard/Recurve Bow, Barebow, Traditional Bow, serta Traditional Bow Pelajar. Kompetisi berlangsung ketat selama tiga hari, dimulai dari kelas pelajar hingga kelas umum.
Prosesi pembukaan dipimpin oleh Sekretaris Pengurus Cabang PERPANI Kota Makassar. Sementara itu, upacara penutupan serta penyerahan penghargaan dipimpin langsung oleh Ketua Tim Penggerak PKK Kota Makassar, Melinda Aksa.
Dalam momentum penutupan tersebut, panitia juga mengampanyekan gerakan peduli lingkungan dengan menyediakan tempat pemilahan sampah khusus di lokasi pertandingan. Sri Rahmi menegaskan bahwa integritas seorang atlet juga diukur dari kepedulian mereka terhadap kebersihan sekitar.
"Juara sejati bukan hanya mereka yang berdiri di atas podium, tetapi juga mereka yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan," kata Sri Rahmi menegaskan visi hijau turnamen ini.
Menurut Melinda Aksa, pihak penyelenggara berharap MUSHAF CUP dapat kembali digelar pada tahun 2027 dengan skala yang jauh lebih masif. Dia juga menyampaikan permohonan maaf atas segala kekurangan teknis dan berjanji akan menjadikannya sebagai bahan evaluasi demi perbaikan di masa mendatang.
"Kami menyadari masih terdapat berbagai kekurangan. Insya Allah, itu menjadi bahan evaluasi untuk menghadirkan MUSHAF CUP yang lebih baik di masa mendatang," tutur Melinda Aksa dalam sambutannya.
Melinda Aksa juga menekankan pesan yang sama mengenai pentingnya menjaga lingkungan. "Juara itu bukan hanya mereka yang naik ke podium, tetapi mereka yang mampu memisah sampah dan menunjukkan kepedulian terhadap lingkungan," ucapnya menambahkan.
Pada akhir kompetisi, Orchid Archery sukses mengamankan predikat sebagai juara umum pertama dalam ajang MUSHAF CUP 2026 Vol. 3. Posisi kedua ditempati oleh Cheng Ho Archery School, disusul oleh Warani Archery Soppeng di peringkat ketiga. Adapun penghargaan untuk kategori Tim Favorit berhasil diraih oleh PTTG Khadijah Aisyah.