Seorang mahasiswa perguruan tinggi di California yang dituduh melakukan kekerasan seksual terhadap anak perempuan berusia 12 tahun di dalam kamar asrama kampusnya tetap ditahan tanpa jaminan. Penahanan ini dilakukan saat penyelidik memeriksa apakah ada korban tambahan yang melapor kepada pihak berwenang.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Andres Manuel Aguilar, mahasiswa Menlo College berusia 19 tahun, menghadapi dakwaan berupa dua tuntutan kekerasan seksual dengan kekerasan, yaitu pemerkosaan dan sodomi, serta satu tuntutan kejahatan berat karena memberikan ganja kepada anak di bawah umur. Kasus ini bermula dari dugaan pertemuan yang terjadi pada tanggal 5 Mei lalu.
Sidang pemeriksaan pendahuluan resmi ditunda hingga tanggal 27 Agustus mendatang. Penundaan ini bertujuan untuk memberikan waktu bagi para penyelidik dalam meninjau informasi baru yang berpotensi menghasilkan tuntutan tambahan.
Menurut keterangan Jaksa Wilayah San Mateo County, Steve Wagstaffe, belum ada laporan baru mengenai potensi korban kedua dalam kasus Andres Manuel Aguilar ini. Penundaan sidang hingga akhir Agustus memberikan waktu lebih dari satu bulan bagi kepolisian untuk menyelesaikan penyelidikan, serta bagi jaksa untuk memutuskan kelayakan bukti terkait korban kedua.
Berdasarkan catatan pengadilan, jaksa penuntut menyatakan bahwa korban menyelinap keluar dari rumahnya setelah sebelumnya bertemu dengan Andres Manuel Aguilar di sebuah halte bus di Menlo Park. Meskipun anak perempuan tersebut mengaku berusia 17 tahun, jaksa menegaskan bahwa pelaku menyadari korban masih di bawah umur.
Keduanya kemudian berjalan ke toko Safeway untuk membeli bir dan rum sebelum menuju ke kamar asrama Andres Manuel Aguilar. Di dalam kamar, penyelidik menduga mereka mengonsumsi alkohol dan menghisap ganja menggunakan vape sebelum Andres Manuel Aguilar melakukan kekerasan seksual, meskipun korban telah berulang kali menolak.
Berdasarkan laporan penyelidikan, Andres Manuel Aguilar sempat mengkhawatirkan kemungkinan kehamilan. Ia kemudian menggunakan layanan pengiriman DoorDash untuk membeli kontrasepsi darurat Plan B ke kamar asramanya dan memberikannya kepada korban.
Penyelidik juga mengonfirmasi bahwa rekaman kamera pengawas asrama menunjukkan Andres Manuel Aguilar dan korban masuk ke dalam kamar bersama-sama, dan memperlihatkan korban meninggalkan lokasi beberapa waktu setelahnya.
Pihak Menlo College menyatakan berkomitmen untuk menanggapi setiap tuduhan tindakan kriminal dengan serius serta bersikap kooperatif dengan aparat penegak hukum. Namun, pihak kampus menolak memberikan komentar spesifik mengenai status Andres Manuel Aguilar karena terikat undang-undang privasi federal dan negara bagian.
Steve Wagstaffe mengimbau kepada siapa pun yang merasa telah menjadi korban dari tindakan Andres Manuel Aguilar untuk segera menghubungi kepolisian. Pihak kejaksaan berharap para korban berani melapor agar keadilan dapat ditegakkan secara menyeluruh dalam kasus ini.