Suhu udara tidak melebihi 18 derajat Celsius di Hannover pada malam Juni 2006 itu. Namun, para penonton yang mayoritas pendukung Spanyol sudah sangat bersemangat. Zinedine Zidane telah mengumumkan akan pensiun setelah Piala Dunia 2006. Bagi para penggemar La Roja, laga babak 16 besar antara Spanyol dan Prancis ini tanpa ragu akan menjadi pertandingan terakhir dalam karier Zizou. Namun, sejarah mencatat cerita yang sama sekali berbeda.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan situasi saat itu, ada banyak alasan bagi publik Spanyol untuk meyakini kemenangan tim mereka sebelum menghadapi Les Bleus. Spanyol memenangkan tiga pertandingan pertama mereka dengan cukup mudah, yakni menang 4-0 atas Ukraina, 3-1 melawan Tunisia, dan 1-0 menghadapi Arab Saudi. Di sisi lain, fase grup Prancis terbilang sangat rapuh. Mereka meraih dua hasil imbang melawan Swiss 0-0 dan Korea Selatan 1-1, sebelum akhirnya menang 2-0 melawan Togo pada laga ketiga. Para pengamat La Roja pun sepakat bahwa Prancis adalah tim yang "tua dan usang".
Pada hari pertandingan, harian Marca dengan semangat patriotisme menulis judul "Kami akan mempensiunkan Zidane". Jose Maria Rodriguez, pemimpin redaksi harian Spanyol tersebut, belakangan menegaskan bahwa judul itu telah "salah dipahami". Menurut Rodriguez, "Kenyataannya adalah kami berharap Zidane tidak pernah pensiun." Beberapa hari sebelumnya, Zidane memang telah mengucapkan selamat tinggal kepada Real Madrid setelah musim yang biasa saja dengan catatan 9 gol dan 11 assist dalam 38 pertandingan.
Di dalam stadion Hannover, atmosfer di tribun penonton terasa sangat tegang di antara kedua kubu. Suporter Prancis meneriakkan yel-yel sindiran, sementara publik Spanyol mencemooh Zidane saat pemanasan dan menyiuli lagu kebangsaan Prancis, La Marseillaise, dengan keras.
Meskipun David Villa membuka keunggulan Spanyol melalui titik penalti pada menit ke-28, Prancis berhasil menyamakan kedudukan sebelum babak pertama usai melalui Franck Ribery pada menit ke-40. Setelah kembali dari kamar ganti, Zidane tampil menggila. Sang juara dunia 1998 itu mengeksekusi tendangan bebas yang kemudian disambut Patrick Vieira di tiang jauh pada menit ke-84. Pada masa injury time, ia menyempurnakan kemenangan Les Bleus dengan sebuah gol indah untuk mengubah skor menjadi 3-1.
"Gol ketiga itu adalah simbol yang indah. Tidak buruk untuk seorang pemain berusia 72 tahun," ujar Willy Sagnol dengan nada ironis untuk membalas pers Spanyol. Zidane sendiri turut menanggapi ejekan tersebut dengan berkata, "Ini belum menjadi laga perpisahan saya, petualangan masih berlanjut." Langkah Prancis menuju final terus berlanjut dengan performa luar biasa melawan Brasil yang berakhir 1-0, sebelum akhirnya kartu merah di laga final melawan Italia mengakhiri karier legendaris sang maestro.