Girondins de Bordeaux dijadwalkan menjalani sidang dengar pendapat di hadapan komisi banding DNCG. Setelah dijatuhi sanksi pencoretan dari seluruh kompetisi nasional oleh komisi federal pada akhir Juni lalu, manajemen klub kini diwajibkan menyerahkan bukti kepemilikan dana jaminan. Berdasarkan regulasi yang berlaku, manajemen harus membuktikan bahwa dana sebesar 9 hingga 10 juta euro telah disimpan di akun penampung untuk membiayai operasional musim depan sekaligus menutup proyeksi defisit finansial. Jika persyaratan ini gagal dipenuhi, sanksi degradasi akan diperkuat dan ancaman likuidasi yudisial akan membayangi masa depan klub.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Sejumlah laporan menyebutkan bahwa Gérard Lopez enggan mengucurkan dana pribadi tambahan untuk menyelamatkan situasi tersebut. Meskipun demikian, presiden klub asal Spanyol-Luksemburg ini memiliki kepentingan mendalam untuk mencegah terjadinya likuidasi yudisial. Menurut beberapa pengamat, ia harus segera menemukan solusi alternatif, baik dengan memberikan kontribusi modal darurat atau memilih mundur sepenuhnya demi mempermudah masuknya investor baru ke dalam jajaran manajemen.
Berdasarkan dokumen putusan dari kamar penasihat pengadilan niaga Bordeaux yang mengesahkan rencana kelanjutan klub, Gérard Lopez telah berkomitmen secara hukum untuk menutupi sisa kewajiban finansial secara pribadi. Tanggung jawab ini mencakup pembayaran sisa utang yang telah dikurangi menjadi 26 juta euro, dari nilai awal yang mencapai 94 juta euro sebelum dilakukan restrukturisasi utang.
Apabila Girondins de Bordeaux pada akhirnya terlempar ke kompetisi regional di bawah naungan Ligue de Nouvelle-Aquitaine, kelanjutan rencana pemulihan keuangan ini akan menjadi sangat sulit. Komisaris pelaksana rencana yang bertugas mengawasi jalannya komitmen keuangan dipastikan akan mengajukan permohonan ke pengadilan niaga untuk menghentikan rencana tersebut secara prematur.
Jika penghentian tersebut dikabulkan, pengadilan akan menunjuk seorang kurator likuidasi yudisial. Setelah melakukan penjualan seluruh aset klub, termasuk puluhan merek dagang yang terdaftar resmi di lembaga kekayaan intelektual Prancis, kurator tersebut memiliki kewenangan hukum untuk mengajukan tuntutan sanksi atas dugaan kesalahan manajemen yang dilakukan oleh pihak pengelola.
Apabila tuntutan kesalahan manajemen tersebut dikabulkan oleh pengadilan niaga, Gérard Lopez terancam hukuman berat berupa larangan memimpin, mengelola, atau mengawasi perusahaan di Prancis selama maksimal lima belas tahun. Selain sanksi administratif tersebut, ia juga berkewajiban menggunakan kekayaan pribadinya untuk melunasi seluruh sisa utang klub yang belum terbayar setelah dikurangi hasil penjualan aset.