Suasana duka menyelimuti klub asal Prancis, Stade Brestois. Kepergian pelatih karismatik Eric Roy yang meninggal dunia akibat kanker pada 17 Juni lalu meninggalkan luka mendalam bagi tim berjuluk Ty-Zefs ini. Meski dalam situasi berat, Brest harus segera bersiap menghadapi musim kedelapan secara beruntun di kasta tertinggi Liga Prancis bersama asisten pelatih Julien Lachuer yang kini naik pangkat menjadi pelatih utama.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Dalam konferensi pers pertamanya pada hari Jumat, Lachuer menyampaikan pesan emosional terkait tanggung jawab besar ini. "Saya tahu akan sulit untuk melakukan yang lebih baik dari beliau. Eric Roy adalah pelatih yang sangat baik hati kepada pemain serta staf, dan dia selalu menyatukan kami. Kepergiannya adalah kejutan besar. Hingga napas terakhirnya, dia tetap memikirkan klub dan para pemain. Kami akan mencoba memberikan penghormatan kepadanya melalui lembaran baru ini. Sekarang saatnya melangkah, saya merasa siap dan berani karena menggantikan posisi Eric bukanlah hal yang mudah," ujar pelatih berusia 49 tahun tersebut.
Berdasarkan rekam jejaknya, mantan kiper Amiens ini sebelumnya menjabat sebagai pelatih kiper kemudian menjadi asisten pelatih sebelum lulus sertifikasi BEPF pada tahun 2025. Ini adalah kali pertama Lachuer memegang kendali penuh di lini depan taktik Brest. Perubahan posisi ini sebenarnya sudah sempat dipertimbangkan menjelang akhir musim menyusul kepergian mantan direktur olahraga, Grégory Lorenzi.
Menurut manajemen klub, Eric Roy awalnya direncanakan mengemban peran yang lebih luas sebagai manajer umum atau penasihat klub dengan menyerahkan urusan taktik lapangan kepada Lachuer. Namun, takdir berkata lain. Tanpa kehadiran Lorenzi dan Roy, tugas perekrutan pemain baru kini dialihkan kepada Christophe Le Roux dan Jules Diatta yang bekerja sama langsung dengan Lachuer demi memperkuat skuad yang kehilangan enam pilar pentingnya.
Pihak klub mengonfirmasi bahwa enam pemain telah hengkang, yaitu Junior Diaz, Soumaïla Coulibaly, Dina Ebimbe, Daouda Guindo, Rémy Labeau-Lascary, dan Radoslaw Majecki. Sejauh ini, Brest baru mendatangkan satu pemain baru yaitu kiper muda Noé Poillion dengan anggaran yang relatif terbatas.
Lachuer menjelaskan prioritas transfer klub untuk menghadapi musim baru. "Kami mengincar seorang bek tengah, gelandang box-to-box, penyerang sayap kiri, dan seorang kiper pelapis untuk menjadi opsi kedua setelah Grégoire Coudert," ungkap pelatih kelahiran Prancis tersebut.
Misi utama Brest musim ini adalah mempertahankan eksistensi mereka di kompetisi teratas dan memaksimalkan potensi akademi. "Kami berharap semua elemen klub selaras demi proyek bertahan di liga ini dan membantu perkembangan para pemain muda dari pusat pelatihan. Ini adalah target baru yang kami tetapkan setelah melakukan reorganisasi internal," tutup Lachuer.