Yummy Berita Yummy Berita
/home / berita / Paolo Maldini dan Leonardo Turun...
BERITA

Paolo Maldini dan Leonardo Turun Tangan, Italia Cari Pelatih Baru

Paolo Maldini dan Leonardo bekerja sama untuk membangkitkan performa Timnas Italia

Paolo Maldini dan Leonardo bekerja sama untuk membangkitkan performa Timnas Italia

Kamis, 9 Juli menjadi momen emosional bagi masyarakat Italia. Ketika Prancis dan Maroko bersiap menghadapi laga perempat final pada malam hari, publik Italia justru memperingati dua dekade kemenangan mereka di Piala Dunia 2006. Foto-foto Fabio Cannavaro yang mengangkat trofi tinggi-tinggi di langit Berlin justru membuka kembali luka lama. Kenyataan pahitnya, Timnas Italia belum lagi merasakan atmosfer putaran final turnamen besar sejak tahun 2014.

Situasi kelam ini menyerupai kegagalan pada tahun 2017 dan 2022. Para petinggi federasi kembali mengeluarkan pernyataan penuh penyesalan pada bulan Maret lalu, tepat setelah Italia dipastikan tersingkir dalam drama adu penalti melawan Bosnia-Herzegovina dengan skor 1-1 (1-4) di babak kualifikasi. Presiden baru Federasi Sepak Bola Italia yang terpilih tiga minggu lalu, Giovanni Malago, sangat menyadari besarnya skala krisis dan tingginya rasa ketidakpercayaan publik terhadap sepak bola domestik.

Berdasarkan situasi krusial tersebut, Giovanni Malago menyimpulkan bahwa tim nasional membutuhkan sosok besar yang memiliki kompetensi tinggi. Nama Paolo Maldini langsung muncul dalam benaknya. Tidak ada figur lain yang dinilai mampu merepresentasikan kejayaan sepak bola Italia sebaik mantan kapten AC Milan tersebut. Sepanjang kariernya, sosok berusia 58 tahun ini telah menyumbang 26 trofi bagi klubnya dan mencatatkan 126 penampilan bersama skuad Azzurri.

Sebagai seorang eksekutif sepak bola, Paolo Maldini telah membuktikan kapasitasnya sejak ditunjuk sebagai direktur teknik AC Milan pada musim panas 2019. Menurut catatan prestasinya, ia menjadi aktor kunci di balik keberhasilan AC Milan meraih gelar juara Liga Italia pada tahun 2022 lewat keputusan perekrutan yang jitu, termasuk mendatangkan Theo Hernandez, Leao, Kalulu, Tomori, hingga Ibrahimovic. Setelah didepak oleh pemilik modal asal Amerika Serikat pada 2023 karena perbedaan visi investasi, ia sempat menolak berbagai tawaran dari luar negeri demi menunggu kesempatan yang tepat.

Paolo Maldini segera menerima proposal yang diajukan oleh federasi, namun ia mengajukan satu syarat mutlak. Ia meminta agar didampingi oleh Leonardo, mantan rekan setim yang kini menjadi sahabat dekatnya. Pria asal Brasil berusia 56 tahun tersebut merupakan sosok yang sebelumnya mengajak Paolo Maldini bergabung ke AC Milan sebagai direktur olahraga pada 2018, sebelum akhirnya pindah ke PSG setahun kemudian. Hubungan emosional dan rasa saling percaya yang kuat menjadi fondasi utama kerja sama kedua tokoh ini.

Menurut pernyataan dari Giovanni Malago, kolaborasi kedua sosok legendaris ini sangat ideal bagi masa depan tim nasional. "Mereka adalah dua sisi dari koin yang sama," ujar Giovanni Malago memberikan penilaian. Keduanya telah menandatangani kontrak berdurasi empat tahun, dengan rincian Paolo Maldini menjabat sebagai direktur teknik dan Leonardo bertindak sebagai penasihat, demi mematangkan persiapan menuju Piala Dunia 2030.

Sebagai figur yang sangat menaruh perhatian pada pengembangan pemain muda dan sistem akademi, Paolo Maldini memiliki banyak ide segar. Ia diketahui telah berdiskusi beberapa kali dengan Oliver Bierhoff, mantan rekan setimnya yang pernah mengemban peran serupa di Jerman. Agenda utama yang kini mendesak untuk segera diselesaikan oleh duo direktur baru ini adalah menentukan sosok pelatih kepala yang baru untuk menakhodai tim nasional Italia.

Nama Antonio Conte, yang saat ini berstatus tanpa klub setelah meninggalkan Napoli pada bulan Mei lalu, secara logis masuk ke dalam radar potensial. Antonio Conte memiliki banyak pendukung karena kemampuannya dalam mempersembahkan hasil instan dan menanamkan mentalitas juara yang kuat. Kendati demikian, tuntutan gaji yang tinggi dinilai bisa menjadi batu sandungan yang cukup besar dalam proses negosiasi.

Kandidat lain yang muncul adalah Roberto Mancini yang juga sedang menganggur dan dikenal memiliki hubungan dekat dengan Giovanni Malago. Namun, keputusan Roberto Mancini yang mendadak meninggalkan tim nasional di tengah kualifikasi demi melatih Arab Saudi pada Agustus 2023 masih menyisakan kekecewaan mendalam bagi publik Italia. Di sisi lain, Stefano Pioli yang mempersembahkan gelar juara liga bagi AC Milan pada 2022 saat Paolo Maldini menjabat direktur teknik juga menjadi opsi karena keduanya sudah saling mengenal dengan baik.

Pilihan yang paling ambisius bahkan mengarah pada sosok Pep Guardiola yang juga akan berstatus bebas kontrak. Pelatih asal Spanyol tersebut tidak pernah menyembunyikan kecintaannya pada kebudayaan Italia dan sempat mengutarakan impiannya untuk melatih sebuah tim nasional suatu hari nanti. Masalah finansial terkait besaran gaji kembali menjadi penghalang utama, sehingga dibutuhkan pendekatan yang sangat persuasif. Tugas berat untuk merayu sang arsitek lapangan tersebut akan menjadi spesialisasi utama dari Leonardo.

Topics
#timnas_italia #paolo_maldini #leonardo #figc #sepak_bola #piala_dunia_2030 #giovanni_malago
Tim Jurnalis Profesional Yummy Berita

Redaksi Yummy Berita terdiri dari jurnalis profesional dan berpengalaman yang berdedikasi menyajikan informasi akurat dan terkini dari berbagai bidang. Berbasis di Bogor, kami hadir sebagai sumber berita terlengkap untuk masyarakat Indonesia. Tim kami bekerja keras untuk memastikan setiap berita yang kami publikasikan valid, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kode etik jurnalisme.