Yummy Berita Yummy Berita
/home / politik / Kisah Wu Rui Jin, Menetap di...
POLITIK

Kisah Wu Rui Jin, Menetap di Enrekang Sejak Tahun 1916

Ilustrasi perjalanan Wu Rui Jin saat pertama kali tiba di lembah Massenrempulu Enrekang

Ilustrasi perjalanan Wu Rui Jin saat pertama kali tiba di lembah Massenrempulu Enrekang

Derap kaki seekor kuda memecah kesunyian jalan tanah yang membelah lembah Massenrempulu. Perjalanan panjang dari wilayah pesisir Sulawesi Selatan akhirnya mencapai titik akhir. Seorang lelaki muda keturunan Tionghoa menarik perlahan tali kekang hingga kuda tersebut meringkik lalu berhenti.

Lelaki itu menarik napas panjang. "Kita berhenti di sini," ujar lelaki bernama Wu Rui Jin tersebut sembari melompat turun dari pelana. Sambil memegang tali kekang, Wu Rui Jin memandang sekeliling, menatap lembah, pegunungan, hutan, dan areal perkebunan yang membentang di tengah belantara.

"Kita tinggal di sini. Di sini tempat tinggal kita sekarang. Ini kampung kita," kata Wu Rui Jin kepada istrinya. Perempuan yang menemaninya sepanjang perjalanan ikut turun dengan wajah letih. Berdasarkan catatan sejarah keluarga, mereka telah meninggalkan kampung halaman sejauh ribuan kilometer.

Sebelum tiba di tujuan akhir, mereka sempat singgah di Watampone dan Pammana. Mereka terus bergerak ke utara untuk mencari tempat yang paling tepat untuk memulai hidup baru. Wanita itu mengangguk pasrah di hadapan lembah hijau yang dikelilingi pegunungan dan aliran sungai yang tenang.

Di tempat baru ini, beberapa rumah panggung berdiri berjauhan, dikelilingi oleh kebun dan sawah. Wu Rui Jin memandang lama ke arah lembah itu, seolah sedang mencari jawaban atas perjalanan jauh yang telah membawanya dari tanah kelahiran.

"Aku kira… kita berhenti di sini," bisik Wu Rui Jin kembali. Perempuan itu tidak menjawab, hanya ada mereka berdua dan seekor kuda di tengah embusan angin Massenrempulu. Hawa sejuk pegunungan yang menyatu dengan aura Sungai Mata Allo menyelimuti tubuh mereka.

Wanita itu hanya mengangguk pelan, mempercayai langkah lelaki yang telah membawanya menyeberangi lautan hingga ke pedalaman Sulawesi. Menurut kisah turun-temurun, hari itu pada tahun 1916 menjadi awal mula Wu Rui Jin dan istrinya menetap di Enrekang karena hatinya telah tertambat di sana.

Topics
#wu_rui_jin #david_gozal #enrekang #massenrempulu #sulawesi_selatan #sejarah
Tim Jurnalis Profesional Yummy Berita

Redaksi Yummy Berita terdiri dari jurnalis profesional dan berpengalaman yang berdedikasi menyajikan informasi akurat dan terkini dari berbagai bidang. Berbasis di Bogor, kami hadir sebagai sumber berita terlengkap untuk masyarakat Indonesia. Tim kami bekerja keras untuk memastikan setiap berita yang kami publikasikan valid, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kode etik jurnalisme.