Ikatan Alumni Jogjakarta (Ikajo) Sulawesi Selatan telah merampungkan struktur kepengurusan baru untuk periode 2026 hingga 2030. Politisi Partai Golkar, Andi Rio Idris Padjalangi, dipercaya untuk menjabat sebagai Presidium Dewan Pimpinan Nasional (DPN) Ikajo Sulsel.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Pembentukan kepengurusan ini merupakan tindak lanjut dari Musyawarah Besar (Mubes) II Ikajo Sulsel yang digelar di Yogyakarta pada 3 Juli 2026. Selanjutnya, rapat perdana presidium serta pembentukan susunan pengurus baru dilaksanakan di Makassar pada Jumat, 10 Juli 2026.
Berdasarkan hasil rapat tersebut, DPN Ikajo Sulsel menetapkan Taufiq Kahar sebagai Sekretaris Jenderal dan H Muslim Musyakhar sebagai Bendahara Umum. Rapat penting ini dipimpin langsung oleh Ketua Presidium Ikajo Sulsel, H. Andi Rio Idris Padjalangi, dan dihadiri oleh seluruh anggota presidium lainnya.
Para anggota presidium yang hadir di antaranya adalah Andi Cua Nusawarta, Asniar Humas, Afdal Rizal Armashita, Sumadi Yakin, Taufik, Ummul Khair, Azisah, dan Miftahul Awal Rahman. Selain memilih posisi kunci, pertemuan ini juga membahas penyusunan komparasi struktur DPN Ikajo Sulsel secara menyeluruh.
Struktur baru ini akan menjadi fondasi utama dalam menjalankan roda organisasi serta mengawal berbagai program kerja selama empat tahun ke depan. Menurut Andi Rio Idris Padjalangi, para pengurus yang baru dibentuk ini diharapkan bisa segera bergerak cepat dan bekerja secara efektif.
"Saya berharap seluruh pengurus dapat langsung menjalankan program yang telah direncanakan sebelumnya," kata Andi Rio Idris Padjalangi dalam arahannya saat memimpin rapat presidium.
Dengan rampungnya struktur ini, DPN Ikajo Sulsel ditargetkan menjadi lembaga yang semakin solid. Organisasi ini memiliki misi utama untuk mempererat tali silaturahmi antar-alumni Jogjakarta yang berasal dari Sulawesi Selatan, serta memberikan kontribusi nyata dalam bidang sosial, pendidikan, dan pembangunan daerah.