Di Hotel Palacio Estoril, Fernando Santos selalu merasa seperti di rumah sendiri. Pria yang dijuluki "Sang Insinyur" ini bekerja di sana selama 17 tahun, baik saat aktif sebagai pemain maupun sebelum mendedikasikan diri sepenuhnya sebagai pelatih pada tahun 1998. Pada usia 71 tahun, mantan pelatih yang mempersembahkan gelar internasional pertama dalam sejarah Portugal ini mengenang kembali perjalanan timnya hingga gol krusial Eder di Stade de France tepat sepuluh tahun lalu.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan keterangannya, sejak pertama kali ditunjuk pada September 2014, Santos sudah menanamkan mental juara kepada anak asuhnya. "Pesan pertama saya kepada para pemain adalah kami di sini untuk menjadi juara Eropa. Pada awalnya mereka mungkin ragu, tetapi kemenangan satu kosong atas Denmark berkat gol Cristiano Ronaldo mengunci keyakinan tersebut," ujar Santos.
Santos juga menceritakan keputusannya yang berani untuk membebaskan Cristiano Ronaldo dari tugas bertahan demi memaksimalkan daya serang tim. Menurut Santos, strategi komparatif mereka berubah saat menghadapi Kroasia di babak 16 besar, di mana mereka beralih ke formasi empat empat dua klasik untuk menjaga konsistensi permainan.
Ketika Cristiano Ronaldo mengalami cedera pada menit ke-25 di laga final melawan Prancis, Santos terpaksa mengubah taktik secara instan. "Begitu Cristiano keluar, saya tahu strategi harus berubah. Saya ingin babak pertama segera usai agar bisa mengorganisasi ulang tim di ruang ganti. Cristiano sangat luar biasa dalam menyebarkan pesan keyakinan di dalam ruang ganti bahwa kami pasti bisa," kenang Santos.
Kemenangan akhirnya diraih lewat gol mengejutkan dari Eder pada babak perpanjangan waktu. Menurut Santos, memenangkan Piala Eropa bersama negara sendiri adalah pencapaian tertinggi yang tidak bisa ditandingi oleh apa pun dalam karier profesionalnya. "Ketika Anda menang bersama negara Anda, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya, Anda tidak bisa memimpikan hal yang lebih baik lagi," tutup Santos.