Aktris Alison Arngrim yang mempopulerkan karakter Nellie Oleson dalam serial klasik Little House on the Prairie kembali menyapa penggemar. Ia hadir melalui penampilan singkat dalam versi adaptasi terbaru buatan Netflix yang kini resmi tayang.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Pemeran karakter antagonis cilik legendaris tersebut memberikan saran kepada Willa Dunn, aktris cilik yang kini meneruskan peran ikonik tersebut. Berdasarkan pengalamannya, memerankan tokoh yang dibenci penonton membutuhkan keteguhan mental.
"Anda harus memiliki pemahaman yang kuat tentang siapa diri Anda," kata Arngrim. "Ini tugas berat untuk anak berusia 10, 11, atau 12 tahun. Namun ketika orang-orang membicarakan karakter dari abad ke-18 itu dan berkata betapa mereka membencinya, Anda tidak boleh memasukkannya ke dalam hati."
Aktris yang membintangi serial asli NBC tersebut dari tahun 1974 hingga 1983 menilai ujaran kebencian dari penonton justru merupakan sebuah pujian. Menurutnya, respons keras dari penonton menandakan bahwa akting yang dibawakan berhasil mengeksekusi peran tersebut dengan tepat.
"Ingat, Sir Anthony Hopkins tidak kehilangan tidur hanya karena memerankan Hannibal Lecter," ujar Arngrim. "Anda adalah diri Anda sendiri, dan ini hanyalah sebuah karakter. Tugas Anda adalah membuat orang kesal, dan jika orang merasa jengkel, berarti Anda menjalankannya dengan benar."
Arngrim menceritakan pengalaman masa lalunya ketika harus berhadapan langsung dengan reaksi keras penggemar. Ia bahkan pernah dilempar minuman saat mengikuti pawai Natal akibat peran jahat yang dibawakannya di layar kaca.
"Saya masih ingat ketika seseorang melemparkan gelas berisi soda jeruk ke wajah saya saat pawai Natal," tuturnya. "Saya pikir orang-orang zaman sekarang sudah lebih rasional dan lebih memahami batas antara fiksi dan kenyataan."
Dalam versi adaptasi Netflix ini, Arngrim tampil dengan riasan yang sangat berbeda dari penampilannya di masa lalu. Tim tata rias sengaja mengubah penampilannya menjadi tampak kumuh untuk menyesuaikan karakter perempuan asing di dalam hutan.
"Mereka merusak segalanya," ujar Arngrim sambil tertawa. "Pewarna gigi digunakan untuk membuat efek kotor, menggunakan warna seperti darah, tembakau, dan lumpur."
Berdasarkan penilaiannya, Arngrim meyakini bahwa mendiang Michael Landon selaku kreator asli serial ini akan menyambut positif adaptasi modern tersebut. Ia berharap para penggemar lama dapat memberikan kesempatan pada reboot ini untuk terus menghidupkan kisah klasik tersebut.