Ribuan rumah tangga dan pelaku usaha di wilayah Kent, Inggris, menghadapi gangguan pasokan air bersih untuk hari kedua berturut-turut. Berdasarkan keterangan resmi South East Water, sekitar 7.000 properti mengalami penurunan tekanan air, gangguan intermiten, hingga penghentian pasokan total. Masalah ini dipicu oleh kegagalan fungsi instrumen sementara di fasilitas pengolahan air Tunbridge Wells.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Perusahaan penyedia jasa air tersebut kini menuai gelombang kritik tajam dari masyarakat setelah serangkaian kegagalan serupa dalam beberapa bulan terakhir. Pihak manajemen telah menyampaikan permohonan maaf dan membuka tiga stasiun pembagian air kemasan di wilayah tersebut untuk membantu warga yang terdampak.
Kemarahan warga tidak terbendung atas situasi ini. Lance Miles, seorang penduduk Tunbridge Wells yang menyandang disabilitas, menyatakan kekecewaannya secara terbuka. "Lagi-lagi kami hidup tanpa air. Kami ini bukan pelanggan, karena pelanggan memiliki pilihan. Kami sama sekali tidak punya pilihan. Jika ada perusahaan lain, saya akan langsung pindah saat ini juga," ujar Lance Miles kepada BBC.
Pihak South East Water sebelumnya memperkirakan pasokan air baru akan pulih paling cepat pada Minggu malam. Kendati demikian, masyarakat setempat mengkhawatirkan pemulihan akan memakan waktu lebih lama, berkaca pada insiden-insiden mati air sebelumnya yang sering meleset dari target.
Menurut Manajer Insiden South East Water, Steven Benton, kondisi fasilitas pengolahan air saat ini sebenarnya sudah mulai stabil. Namun, tangki penyimpanan air masih berada di level rendah akibat gangguan operasional yang dikombinasikan dengan tingginya tingkat permintaan dari masyarakat. Kondisi tersebut membuat pompa belum mampu menyalurkan air ke beberapa wilayah, terutama yang berada di dataran tinggi.
Manajemen menyatakan bahwa mereka terus mendistribusikan air kemasan langsung ke rumah warga yang terdaftar dalam program layanan prioritas. Tiga stasiun air darurat juga didirikan di Tesco Superstore Pembury Road, Tunbridge Wells Rugby Club, dan tempat parkir bioskop Odeon di Knights Way guna melayani kebutuhan publik hingga malam hari.
Krisis ini terjadi di tengah tekanan finansial yang sedang dihadapi perusahaan. Pekan ini, regulator industri air Ofwat telah memerintahkan South East Water untuk mengalokasikan dana sebesar 30,5 juta poundsterling demi melakukan perbaikan infrastruktur. Dalam laporan tahunannya, perusahaan juga mengaku membutuhkan pendanaan baru setelah menanggung kerugian sebesar 55 juta poundsterling akibat pemadaman massal pada musim dingin lalu.
South East Water, yang melayani sekitar 2,3 juta pelanggan di tenggara Inggris, kini berada di bawah pengawasan ketat sejak November tahun lalu. Pada saat itu, sebanyak 24.000 pelanggan kehilangan akses air bersih. Insiden tersebut diikuti dengan instruksi merebus air selama sembilan hari demi keselamatan konsumsi.
Bencana operasional kembali berulang beberapa minggu kemudian ketika 30,000 rumah tangga di Kent dan Sussex mengalami krisis air selama berhari-hari akibat cuaca membeku dan terjangan Badai Goretti. Rentetan kegagalan sistemik ini bahkan telah memaksa pengunduran diri ketua dewan komisaris dan CEO perusahaan.
Paul Sparrow, warga Tunbridge Wells lainnya, menilai bahwa krisis ini merupakan dampak nyata dari pembiaran infrastruktur yang berlangsung lama. "Sulit untuk mengatakan apa-apa lagi. Kami telah menghadapi konsekuensi dari kurangnya investasi selama bertahun-tahun," ungkapnya dengan nada kecewa.