Yummy Berita Yummy Berita
/home / politik / Remake Live-Action Moana Dikritik...
POLITIK

Remake Live-Action Moana Dikritik Tajam, Jadi Pukulan Telak Disney

Dwayne Johnson sebagai Maui dalam salah satu adegan film live-action Moana

Dwayne Johnson sebagai Maui dalam salah satu adegan film live-action Moana

Industri hiburan Hollywood tampaknya mulai kehabisan ide kreatif. Pertanyaan tentang siapa yang menginginkan film ini menjadi respons yang paling sering muncul untuk setiap rilis dan cuplikan film baru saat ini. Contoh terbaru terlihat dari sambutan dingin terhadap upaya terbaru The Walt Disney Company dalam membuat ulang film animasi mereka menjadi versi live-action, Moana.

Film animasi asli Moana mendapat pujian luas dari kritikus dan penonton saat dirilis. Lagu-lagu populernya masih sering diputar hingga kini menjelang peringatan sepuluh tahun film tersebut. Gaya animasinya juga dipuji karena berhasil menampilkan representasi pulau Pasifik yang penuh warna dan subur. Film itu sukses besar secara finansial dengan meraup total pendapatan global yang kini setara dengan hampir 900 juta dolar setelah disesuaikan dengan inflasi.

Namun, kekhawatiran terburuk semua orang terbukti setelah ulasan kritikus pertama diterbitkan menjelang tanggal rilis sepuluh Juli. Film ini memulai debutnya di Rotten Tomatoes dengan rating positif hanya 38 persen. Banyak kritikus papan atas memberikan ulasan yang sangat negatif terhadap proyek teranyar ini.

Berdasarkan ulasan dari Robbie Collins dari The Telegraph, kegagalan ini digambarkan secara gamblang. "Moana versi live-action Disney yang buruk ini seperti dibuat hanya dengan menggunakan perintah ChatGPT," tulis Robbie Collins dalam ulasannya.

Kritik tidak kalah pedas datang dari Jake Coyle melalui Associated Press yang menyoroti penampilan rambut palsu sang aktor utama. "Katakan apa saja tentang mereka, tetapi remake live-action Disney setidaknya memberi kita pilihan. Mana yang lebih suka Anda lihat? Moana versi animasi yang penuh semangat dan membubung tinggi, atau sebuah remake tanpa tujuan yang menampilkan Dwayne Johnson dengan rambut ala Fabio?" tulis Jake Coyle.

Kritikus lain menyebut film ini tidak bertujuan, tidak bernyawa, serta menyamakannya dengan efek uncanny valley yang biasa terjadi ketika visual permainan video menjadi terlalu realistis. Kabar ini tentu bukan sesuatu yang ingin didengar oleh pihak Disney.

Masalah utamanya terletak pada studio besar, khususnya Disney modern, yang sebagian besar telah meninggalkan kreativitas atau orisinalitas. Mereka dinilai senang mengulang formula lama yang sama demi mengejar keuntungan. Penonton kini menyadari bahwa kualitas film seperti versi live-action Beauty and the Beast atau The Lion King jauh di bawah versi animasi klasiknya.

Topics
#moana #disney #film_baru #review_film #dwayne_johnson #rotten_tomatoes #hollywood
Tim Jurnalis Profesional Yummy Berita

Redaksi Yummy Berita terdiri dari jurnalis profesional dan berpengalaman yang berdedikasi menyajikan informasi akurat dan terkini dari berbagai bidang. Berbasis di Bogor, kami hadir sebagai sumber berita terlengkap untuk masyarakat Indonesia. Tim kami bekerja keras untuk memastikan setiap berita yang kami publikasikan valid, terpercaya, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kode etik jurnalisme.