Seorang pria di North Carolina tega mendobrak pintu apartemen mantan kekasihnya dan menikam putranya yang berusia lima tahun hingga tewas. Berdasarkan keterangan kepolisian setempat, pelaku kemudian meninggalkan tempat kejadian lalu pergi menuju restoran cepat saji Taco Bell.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Kepolisian Pineville Police Department menyatakan bahwa pelaku bernama Jehaaz-Akil Khaliq Echoles, berusia 31 tahun, telah ditangkap. Pria tersebut kini didakwa atas dugaan pembunuhan tingkat pertama setelah insiden berdarah yang terjadi pada Kamis dini hari.
Petugas kepolisian merespons laporan penyerangan dengan senjata tajam di Sabal Point Apartments tak lama setelah tengah malam. Saat tiba di lokasi kejadian, polisi menemukan korban anak-anak telah menderita beberapa luka tusuk di tubuhnya. Petugas segera memberikan pertolongan medis darurat di tempat dan melarikan bocah tersebut ke rumah sakit terdekat menggunakan mobil patroli. Namun, nyawa anak tersebut tidak tertolong dan dinyatakan meninggal dunia di rumah sakit.
Menurut afidavit penangkapan yang dirilis, ibu korban sekaligus mantan kekasih pelaku menjelaskan kronologi kejadian mengerikan itu. Pelaku secara paksa mendobrak masuk ke dalam apartemen, lalu berjalan menuju kamar tidur putra mereka dan mengunci pintunya dari dalam.
Sang ibu mendengar suara keributan dari dalam kamar dan bergegas membuka pintu. Pada saat itulah pelaku langsung melarikan diri dari lokasi kejadian. Menurut kesaksiannya, ia menemukan putranya sudah bersimbah darah dan tidak responsif dengan luka tusuk di bagian kepala, leher, serta lengan. Ibu korban segera menghubungi nomor darurat 911, sementara dirinya dan satu anak lain di rumah tersebut selamat tanpa luka.
Berdasarkan keterangan kepolisian, Jehaaz-Akil Khaliq Echoles berhasil diringkus petugas di sebuah gerai Taco Bell yang berada tidak jauh dari lokasi apartemen. Polisi memastikan bahwa peristiwa ini merupakan insiden domestik dan bukan aksi kekerasan acak. Hingga saat ini, motif utama di balik penyerangan keji tersebut masih belum diketahui secara pasti.
Pelaku diketahui memiliki rekam jejak kriminalitas terkait kasus kekerasan fisik sebelumnya. Sepanjang tahun ini, ia telah dituduh melakukan dua tindak penganiayaan terhadap perempuan. Saat ini, pelaku ditahan di Mecklenburg County Jail tanpa jaminan, dan persidangan berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 30 Juli.