Satu meter ruang tembak sudah cukup bagi Kylian Mbappe untuk melepaskan tendangan spektakuler pada menit ke-60. Sebelumnya, Desire Doue hampir saja memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Maroko pada menit-35. Tidak lama berselang, Ousmane Dembele sukses menggandakan keunggulan Prancis pada menit ke-66 setelah memanfaatkan pergerakan cerdas Kylian Mbappe yang membuka ruang di lini pertahanan lawan.
Related Stories
Suka dengan artikel ini?
Dapatkan lebih banyak berita terbaru tentang Désiré Doué dan PSG dengan berlangganan newsletter kami. Gratis!
Subscribe Now →Berdasarkan jalannya laga, lini serang Prancis hanya membutuhkan sedikit peluang untuk menghancurkan lawan. Ketika tim musuh mulai keluar menyerang dan memberikan ruang terbuka, ancaman dari lini depan tim asuhan Didier Deschamps ini menjadi sangat tidak terkendali bagi lini pertahanan Maroko.
Sektor ofensif tim nasional Prancis kembali membuktikan bahwa memberikan ruang sedikit saja kepada mereka adalah sebuah kesalahan fatal. Babak pertama mereka pada laga Kamis kemarin, serupa dengan laga babak 16 besar melawan Paraguay, memang belum sepenuhnya sempurna. Namun, pertahanan Maroko dipaksa melakukan penjagaan ganda terhadap hampir setiap penyerang Prancis.
Michael Olise tampil cukup tenang dalam laga ini. Pemain Bayern Munich tersebut melakukan kontrol bola memukau yang berhasil mengecoh Ayyoub Bouaddi, meski umpan matangnya gagal dikonversi menjadi gol oleh Kylian Mbappe pada menit ke-56. Di sisi lain, pergerakan Desire Doue terbukti jauh lebih merepotkan dan membuat Achraf Hakimi harus bekerja ekstra keras.
Ketika Bradley Barcola masuk menggantikan Desire Doue pada menit ke-77, tekanan Prancis tidak memudar. Bradley Barcola langsung mengeksploitasi lini belakang Maroko yang mulai kelelahan dan menciptakan dua peluang emas pada menit-menit akhir laga. Persaingan sehat antara dua penyerang PSG ini terbukti meningkatkan kualitas lini serang Les Bleus.
Menurut analisis pertandingan, lini serang Prancis keluar dari babak perempat final ini dengan beberapa catatan. Mereka sukses menyelesaikan tugas utama, namun efisiensi di depan gawang masih perlu ditingkatkan. Suhu panas di Massachusetts dinilai menjadi salah satu faktor yang memperlambat tempo permainan serta memicu beberapa ketidakakuratan pada penyelesaian akhir.